Minggu, 02 Agustus 2020

MEMBERDAYAKAN HANTU, MENYELAMATKAN INDONESIA

Aprinus Salam *

Wahai para dukun dan paranormal Indonesia,
bersatulah, selamatkan Indonesia

Keberadaan dan persoalan hantu dari dulu sudah merupakan sesuatu yang eksis di tengah masyarakat. Cuma dulu-dulu keberadaan hantu masih dianggap sebagai sesuatu yang eksklusif. Orang masih mengalami keterbatasan perspektif dan media untuk memahami dan menghadirkan hantu sebagai suatu bagian dari aktivitas publik. Hantu masih dianggap sebagai sesuatu yang misterius, abstrak, bahkan berkonotasi agak menakutkan.

Beberapa tahun belakangan ini keberadaan hantu menjadi bagian penting yang inklusif dalam berbagai kegiatan masyarakat: politik, ekonomi, sosial, kesehatan, bisnis, hiburan, hukum, dan sebagainya. Keberadaan hantu muncul di mana-mana, sehari-hari, tidak misterius, tidak abstrak, dan bukan sesuatu yang menakutkan lagi. Ia menjadi bagian perbincangan yang menggairahkan, menjadi sesuatu yang sangat akrab. Hampir sebagian besar lini perbincangan, wacana hantu bisa keluar masuk tanpa persoalan.

Secara dialektis hal itu merupakan bagian dari dampak kemajuan teknologi. Dalam berbagai cara, teknologi, terutama teknologi audio-visual mampu menghadirkan keberadaan hantu hingga menjadi kasat mata, dapat menelusup ke ruang-ruang publik, dan dikemas dengan cara yang amat menarik, sedikit horor, tetapi tidak jarang lucu dan menyenangkan. Hantu saat ini sudah menjadi kawan, teman bisnis yang sangat komersial. Acara-acara seperti Pemburu Hantu, Dunia Lain, Percaya Tidak Percaya, UK-UK, juga sejumlah sinetron yang bertokohkan hantu adalah sejumlah contoh kecil yang dapat kita saksikan di televisi kita.

Itulah sebabnya, saat ini, seseorang yang dikenal sebagai ahli hantu, atau semacam paranormal, dukun, atau sejenis itu, menjadi orang terkenal, sibuk, dan ditanggap ke sana kemari. Mereka dipercaya dapat menerangkan banyak hal terhadap satu fenomena yang mayoritas orang tidak dapat menjelaskan sosok dan keberadaan hantu. Mereka dipercaya dapat meramal berbagai kejadian, baik yang terselubung maupun yang akan datang. Bahkan mereka dipercaya dapat merubah sesuatu, berdasarkan tujuan tertentu, berkat kemampuan kerja samanya dengan hantu-hatu itu.

Dan di balik semua itu, tentu saja mereka mendapat imbalan. Kita tahu, banyak paranormal dan atau dukun yang kaya raya. Orang-orang seperti Ki Gendeng Pamungkas, Permadi, Joko Bodo, teman-teman kita di Tim Pemburu Hantu, adalah sedikit contoh orang sukses yang kaya raya berkat kemampuannya menguasai dunia hantu. Kita tidak menuduh mereka membisniskan kemampuan mereka hanya untuk cari uang. Karena toh banyak juga orang yang merasa berterimakasih kepada mereka berkat pertolongannya. Selalu pula mereka para dukun dan paranormal itu mengatakan bahwa apa yang bisa mereka bantu semata-mata karena kehendak Allah Yang Maha Berkuasa.
***

Terlepas dari itu, memang, fenomena dan maraknya masalah perhantuan selalu menjadi polemik. Secara sederhana sumber polemik itu dapat dibedakan ke dalam beberapa kategori. Pertama, antara mereka yang percaya dan masih tidak percaya. Pada umumnya, latar belakang kepercayaan dan ketidakpercayaan itu berdasarkan interpretasi mereka terhadap agama yang mereka anut. Orang Islam misalnya, percaya dengan adanya jin dan setan, tetapi konsep atau istilah hantu masih belum selesai.

Kedua, ada yang percaya atau tidak percaya semata-mata karena rasionalistas seseorang dalam menafsirkan sesuatu yang nyata atau tidak nyata. Dalam konteks ini, bagi mereka yang tidak percaya, karena yang tidak nyata, yang tidak kasat mata, yang tidak empiris, adalah sesuatu yang tidak dapat dipercaya, tak terpikirkan, bahkan tak perlu dipikirkan. Biasanya mereka akan percaya jika telah mengalami secara empiris, mengalami sendiri fenomena hantu itu.

Ketiga, tidak tertutup kemungkinan adalah mereka yang antara percaya dan tidak percaya, baik karena interpretasi individual terhadap agama maupun rasionalitas mereka dalam memahami sesuatu yang memang selalu menimbulkan keraguan tersebut. Dalam hal ini yang penting adalah tidak ada satu keharusan pun yang dapat memaksa, atau perlu dipaksa, apakah seseorang perlu percaya kepada hantu atau tidak. Biarkanlah itu menjadi kepercayaannya sendiri-sendiri.

Sisi lain dari polemik tersebut adalah dengan mempertanyakan kenapa justru hantu yang dipilih sebagai sosok atau tokoh kita hari-hari ini. Seperti diketahui, banyak sinetron yang mengandalkan hantu, jin, peri/bidadari, kekuatan-kekuatan gaib, dan sebagainya, untuk mengatasi banyak masalah. Sisi ini memperlihatkan ketidakpercayaan manusia akan kemampuannya sendiri untuk mengatasi masalah. Atau memang terbukti, paling tidak di Indonesia, orang Indonesia tidak dapat mengatasi masalahnya sendiri yang sudah bertumpuk.

Kita tahu, masalah korupsi, koflik-konflik horisontal atau vertikal, penyelewengan hukum, kriminalitas politik, ekonomi, dan sebagainya, hingga hari ini tidak pernah terselesaikan secara memadai. Belum lagi masalah-masalah internasional, kasus TKI, bagaimana mengamankan pulau-pulau dan perairan Indonesia nun jauh di pinggir-pinggir Indonesia. Yang pasti, berbagai masalah tersebut menyebabkan Indonesia tersungkur menjadi salah satu negara paling menderita dan melarat di dunia.

Kemungkinan lain kenapa hantu menjadi pahlawan, karena manusia tidak mau bersaing untuk menokohkan atau mempahlawankan manusia lain sebagai penyelamat. Orang itu kalau bisa menjadikan pahlawan dirinya sendiri. Namun, karena kemampuan itu ternyata sulit diraih, atau memang tidak memiliki kemampuan yang lebih, maka sosok hantu, sesuatu yang hampir tidak tergugat, dan sangat mungkin tidak relevan dijadikan saingan, sehingga hantu sajalah yang menjadi pahlawan. Siapa yang cemburu jika hantu dapat menyelesaikan banyak masalah. Dia bukan saingan manusia.

Kemungkinan lain, mungkin semacam sikap ketidakberdayaan manusia memahami dirinya. Memang, selalu ada sikap dan rasa penasaran ketika manusia memahami kemanusiaannya, dan hingga hari ini, dalam segala kompleksitas perspektif teoretis, manusia itu secara mendasar masih dianggap misterius, tidak terselesaikan upaya memahaminya. Hantu juga misterius, dan menimbulkan rasa penasaran. Akan tetapi, ia bisa menjadi relfleksi dari rasa penasaran itu sendiri. Yang pasti, hantu tidak pernah menggugat bagaimana dia dipahami atau bahkan mungkin diperlakukan.
***

Akan tetapi, saya punya misi lain dengan tulisan ini. Para dukun dan paranormal itu selalu mengatakan bahwa sosok hantu, jin, setan, dan sebagainya itu bukanlah makhluk yang sempurna. Manusialah makhluk yang sempurna. Mereka bisa ditahklukkan. Artinya, manusia justru memiliki peluang untuk mengatasi dan mengelola keberadaan hantu, yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada manusia.

Nah, kita tahu saat ini para dukun dan paranormal, dalam banyak hal bekerja masih dalam koridor menolong manusia lain, orang per orang. Mungkin pula menolong kelompok-kelompok tertentu demi tujuan yang beragam. Dalam kehidupan politik dan ekonomi Indonesia, misalnya, dunia paranormal dan dukun berperan penting bagi tujuan-tujuan tertentu. Di sisi lain para dukun itu sebagian besar juga telah menikmati kemampuan dari kelebihannya dengan imbalan materi. Walaupun mungkin pernyataan ini sedidkit berlebihan.

Saya justru ingin menantang para dukun dan paranormal itu untuk tujuan yang lebih mulia dan besar. Dengan kemampuannya mengatasi dan mengelola dunia hantu, kemampuan itu dimanfaatkan untuk menyelamatkan Indonesia. Misalnya, menyelamatkan pulau dan perairan Indonesia nun jauh di pinggir-pinggir sana, memburu para koruptor dan para penjahat lainnya, atau apa sajalah demi perbaikan Indonesia. Sambil menolong masyarakat, kerahkan pasukan hantu ke tempat-tempat tersebut, atau tangkap para koruptor dan penjahat dalam segala cara.

Dalam hal ini sangat mungkin para koruptor dan penjahat itu punya dukungan dukun atau paranormal juga. Oleh karena itu, bersatulah para dukun dan paranormal, selamatkan Indonesia dari kehancuran. Anda boleh mengambil sedikit keuntungan dari pekerjaan tersebut, tapi kita harus kompak. Yah, mana tahu.
***

*) Dr. Aprinus Salam, M. Hum., Sastrawan kelahiran Riau, 7 April 1965. Dosen FIB UGM, Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM sejak 2013, Anggota Senat Akademik UGM 2012-2016, Konsultan Ahli Dinas Kebudayaan DIY (2013-2016). Pendidikan S1, Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM (Lulus 1992), S2 Program Studi Sastra Pasca Sarjana UGM (Lulus 2002, salah satu wisudawan terbaik), S3 Program Studi Sastra (Program Studi Ilmu-Ilmu Humaniora, Pascasarjana FIB UGM, lulus 2010).

Tidak ada komentar:

Label

`Atiqurrahman A Muttaqin A Rodhi Murtadho A. Iwan Kapit A. Purwantara A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.H.J Khuzaini A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Malik Abdul Wachid B.S. Abdurrahman El Husaini Abidah El Khalieqy Abu Salman Acep Zamzam Noor Achdiat K. Mihardja Adek Alwi Adi Suhara Adnyana Ole Adreas Anggit W. Afrion Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agung Dwi Ertato Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Himawan Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sulton Agusri Junaidi Agustinus Wahyono Ahda Imran Ahmad Badrus Sholihin Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Ikhwan Susilo Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musabbih Ahmad Rofiq Ahmad Sahidah Ahmad Tohari Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Alex R. Nainggolan Alex Suban Alunk Estohank Ami Herman Amien Kamil Amien Wangsitalaja Aminudin R Wangsitalaja Anastasya Andriarti Andreas Maryoto Anes Prabu Sadjarwo Angela Angga Wijaya Angkie Yudistia Anindita S Thayf Anis Ceha Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Kurniawan Anton Wahyudi Anugrah Gio Pratama Anwar Nuris Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif B. Prasetyo Arif Bagus Prasetyo Arif Hidayat Arman A.Z. Arti Bumi Intaran Arys Hilman AS Sumbawi Asarpin Asef Umar Fakhruddin Asep Sambodja Asrama Mahasiswa Aceh SABENA Astrikusuma Asvi Warman Adam Atep Kurnia Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar Azizah Hefni Badrut Tamam Gaffas Bagja Hidayat Bagus Takwin Balada Bale Aksara Baltasar Koi Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Insani Beni Setia Benny Arnas Benny Benke Berita Berita Duka Berita Utama Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Blambangan Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Saputra Budi Suwarna Bung Tomo Cak Kandar Catatan Cerpen Chairil Anwar Chavchay Syaifullah Cucuk Espe Cunong N. Suraja D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Daisuke Miyoshi Damanhuri Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Dhakidae Dante Alighieri Deddy Arsya Dedy Tri Riyadi Denny Mizhar Deny Tri Aryanti Detti Febrina Dharmadi Diah Hadaning Dian Hartati Dian Sukarno Diana A.V. Sasa Dicky Fadiar Djuhud Didi Arsandi Dimas Dina Oktaviani Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djadjat Sudradjat Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr. Muhammad Zafar Iqbal Dr. Simuh Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwicipta Dwijo Maksum Edy A. Effendi Edy Firmansyah Efri Ritonga Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Hendri Saiful Elik Elsya Crownia Emha Ainun Nadjib Endah Sulawesi Endah Wahyuningsih Endang Suryadinata Endhiq Anang P Endri Y Eriyandi Budiman Ernest Hemingway Esai Esha Tegar Putra Eva Dwi Kurniawan Evi Dana Setia Ningrum Evi Idawati Evieta Fadjar F Rahardi Fabiola D. Kurnia Fadelan Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faisal Kamandobat Faisal Syahreza Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fandy Hutari Fany Chotimah Fatah Yasin Noor Fathor Lt Fathurrahman Karyadi Fatih Kudus Jaelani Fatma Dwi Rachmawati Fauzi Absal Festival Sastra Gresik Fikri. MS Fina Sato Fitri Susila Galih Pandu Adi Gde Agung Lontar Geger Riyanto Gerakan Literasi Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Ginanjar Rahadian Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunoto Saparie Gus Martin Gus tf Sakai Gusti Eka Hadi Napster Haji Misbach Halim HD Halimi Zuhdy Hamberan Syahbana Hamdy Salad Han Gagas Handoko F. Zainsam Hari Santoso Haris del Hakim Hartono Harimurti Hary B. Kori’un Hasan Gauk Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Helwatin Najwa Hepi Andi Bastoni Heri C Santoso Heri KLM Heri Latief Heri Listianto Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Heru Emka Heru Kurniawan Heru Prasetya Hesti Sartika Hudan Hidayat Humaidiy AS I Made Asdhiana I Made Prabaswara I Nyoman Suaka IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Ahdiah Idayati Ignas Kleden Ihsan Taufik Ilenk Rembulan Ilham Khoiri Ilham Yusardi Imam Cahyono Imam Jahrudin Priyanto Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah Darmastuti Indiar Manggara Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Irma Safitri Irman Syah Iskandar Noe Istiqomatul Hayati Ita Siregar Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya-Djafar Iyut FItra Jadid Al Farisy Jafar M. Sidik Jakob Sumardjo Jamal D Rahman Janual Aidi Javed Paul Syatha Jayaning S.A Jefri al Malay Jihan Fauziah JJ. Kusni Jo Pakagula Johan Edy Raharjo Joko Pinurbo Jokowi Undercover Joni Ariadinata Joss Wibisono Jual Buku Paket Hemat Judyane Koz Juli Sastrawan Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Juwairiyah Mawardy Kadir Ruslan Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Khamami Zada Khrisna Pabichara Kikin Kuswandi Koh Young Hun Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII) Korrie Layun Rampan Kostela (Komunitas Sastra Teater Lamongan) Kristianto Batuadji Kritik Sastra Kunni Masrohanti Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia EF Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto Lan Fang Landung Rusyanto Simatupang Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Liestyo Ambarwati Khohar Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto LN Idayanie Lucia Idayani Lukman Asya Lusiana Indriasari Lynglieastrid Isabellita M Hari Atmoko M. Aan Mansyur M. Arman A.Z M. Bagus Pribadi M. Fadjroel Rachman M. Harya Ramdhoni Julizarsyah M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S M. Luthfi Aziz M. Nahdiansyah Abdi M. Raudah Jambak M. Shoim Anwar M. Yoesoef M.D. Atmaja Maghfur Saan Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Majalah Sastra Horison Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Serenade Sinurat Mario F. Lawi Marluwi Marsel Robot Martin Aleida Martin Suryajaya Mashuri Matdon Mega Vristian Melani Budianta Melayu Riau Memoar MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Miftah Fadhli Miftahul Abrori Misbahus Surur Miziansyah J Mochtar Lubis Mohamad Ali Hisyam Mohammad Eri Irawan MT Arifin Mugy Riskiana Halalia Muhajir Arrosyid Muhamad Rifai Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Al-Mubassyir Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Muhlis Al-Firmany Mujtahid Mulyadi SA Munawir Aziz Murniati Tanjung Murnierida Pram Musa Ismail Musfi Efrizal Mustaan Mustafa Ismail N. Mursidi Nafsul Latifah Naskah Teater Nasrullah Nara Nelson Alwi Nenden Lilis A Nh. Anfalah Ni Made Purnama Sari Nina Mussolini-Hansson Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noura Nova Christina Noval Jubbek Novela Nian Nugroho Notosusanto Nugroho Pandhu Sukmono Nur Faizah Nurdin F. Joes Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nyoman Tusthi Eddy Nyoman Wirata Oka Rusmini Oktamandjaya Wiguna Oky Sanjaya Olanama Olivia Kristina Sinaga Otto Sukatno CR Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin PDS. H.B. Jassin Penghargaan Hadiah Sastra Pusat Bahasa Persda Network Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prita Daneswari Prof. Tamim Pardede sebut Bambang Tri Prosa Pudyo Saptono Puisi Puisi Kesunyian Puisi Sufi Puji Santosa PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Ramadhan KH Ratih Kumala Ratna Indraswari Ibrahim Ratna Sarumpaet Raudal Tanjung Banua Remy Sylado Reni Susanti Renny Meita Widjajanti Resensi Restu Kurniawan Retno Sulistyowati RF. Dhonna Rian Sindu Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Riki Utomi Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Abdullah Rosidi Rosihan Anwar Rukardi S Yoga S. Jai S. Sinansari Ecip S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Anam Assyaibani Sainul Hermawan Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sanggar Rumah Ilalang Sanggar Teater Jerit Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Sartika Dian Nuraini Sastra Tanah Air Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sayyid Fahmi Alathas Sazano Sekolah Literasi Gratis (SLG) STKIP Ponorogo Seli Desmiarti Selo Soemardjan Senggrutu Singomenggolo Seno Joko Suyono SH Mintardja Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sipri Senda Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sobih Adnan Sofian Dwi Sofie Dewayani Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sri Ruwanti Sri Wintala Achmad St Sularto Stefanus P. Elu Sukron Abdilah Sulaiman Djaya Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungging Raga Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susanto Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyadi Suyadi San Syaifuddin Gani Syaiful Amin Syamsiar Hidayah Syarbaini Syifa Amori Syifa Aulia Tajuddin Noor Ganie Taufik Abdullah Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Afandi Teguh Ranusastra Asmara Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Tita Tjindarbumi Titik Alva-Alvi Choiriyah Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjoet Nyak Dhien Tosa Poetra Tri Lestari Sustiyana Triyanto Triwikromo TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus S Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Ugoran Prasad Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Universitas Jember Utada Kamaru UU Hamidy Vera Ernawati Veronika Ninik W.S. Rendra Wahjudi Djaja Wahyu Hidayat Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Budiartha Widya Karima Wijaya Herlambang Wiji Thukul Willem B Berybe Wilson Nadeak Winarni R. Wiratmo Soekito Wita Lestari Wiwik Widayaningtias Y. Thendra BP Y. Wibowo Yasser Arafat Yeni Ratnaningsih Yohanes Sehandi Yonatan Raharjo Yonathan Rahardjo Yopi Setia Umbara Yos Rizal S Yos Rizal Suriaji Yudhi Herwibowo Yuka Fainka Putra Yurnaldi Yushifull Ilmy Yusri Fajar Yusuf Suharto Zainal Abidin Zainal Arifin Thoha Zawawi Se Zen Hae